Selasa, 03 Maret 2009

Didominasi Mio dan Vario


Meski belum sebanyak bebek, tapi keberadaan skubek bekas di sentra motor bekas alias motkas sudah mulai terlihat. Beberapa tipe skubek Jepang hampir semuanya ada. Mulai dari yang masih diproduksi atau discontinue seperti Yamaha Nouvo Z. Tahun produksinya pun beragam, bahkan yang umurnya belum satu tahun pun ada.

“Kalau ngomongin tipe, Mio Sporty dan Vario masih mendominasi permintaan,” kata Suryo, customer service Bintang Motor (BM), di Jl. Ciledug Raya, Puri Beta, Tangerang. Di BM ini memang terlihat hampir semua varian yang dijual adalah skubek.

Indikasi favoritnya Mio Sporty dan Vario tadi bisa dilihat dari lamanya skubek itu mengendap di pedagang. “Palingan 3-4 hari saja pasti sudah ada yang ambil,” lanjut Surya lebih jauh.

“Tapi sepertinya Mio masih sedikit unggul dari segi permintaan. Misalnya dari 3 yang datang cari Mio, hanya 1 yang minta Vario,” sambung Freddy Gautama dari dealer BBMM di wilayah Cikokol, Tangerang.

Oh ya, untuk Mio hal itu tidak berlaku pada Mio Soul, “Kita malah susah ngejualnya, kalau stok Soul sih ada terus,” terang Suryo lebih jauh.834bursa-skubek-suryo-dvd.jpg

Hal sama juga terjadi pada Suzuki. “Untuk Spin 125, stok yang ada di kita malah karena tukar tambah. Kalau beli kita juga kurang berani,” lanjut pria berjenggot ini.

Bicara favorit dan enggak tadi tentunya berujung ke harga. Tipe yang peminatnya tinggi, pedagang bisa menjualnya dengan harga tinggi. Misalnya Mio keluaran 2007 masih bisa dijual dengan harga Rp 10,75 juta. Padahal harga barunya Rp 11,8 saja. Untuk selisih harga yang Rp 1 juta itu bisa dipastikan bahwa nilai skubek masih tinggi.

Bandingkan dengan Spin 125. Untuk keluaran 2007, pedagang hanya berani kasih harga Rp 9 juta. Sementara barunya Rp 12,2 juta. Selisih yang cukup jauh bukan?

Ada lagi yang bikin harga skubek seken alias second itu tetap tinggi. Yaitu pada tipe pelek racing. Jika pada skubek baru selisih harga antara pelek jari-jari dan racing enggak sampai Rp 1 juta, maka di motkas perbedaan harganya malah bisa Rp 1,5 juta. “Pasalnya karena permintaan yang benar-benar tinggi sehingga pedege bisa main harga,” beber Suryo yang punya cabang di 10 wilayah Jakarta dan Tangerang ini.

Sayang, krisis ekonomi global yang katanya tengah terjadi itu, turun mempengaruhi perdagangan skubek bekas. “Penurunnya bisa sampai 50 persen,” kata Freddy.

“Sedangkan kalau tadinya bisa 75 unit sebulan sejak Lebaran kemarin, palingan 30 per bulan, total dari semua cabang lho,” timpal Suryo.

Meski begitu, mereka masih menjadikan skubek salah satu primadona. Buktinya ketika down payment (DP) bebek second bisa di bawah Rp 1 juta namun skubek tidak. Uang muka di tipe ini masih di atas Rp 1 juta, “Minimal Rp 1,2 juta buat Mio dan Vario,” kompak mereka meski dari tempat berbeda.

TABEL HARGA SKUBEK DI JAKARTA

Mio Sporty CW 2007 : Rp 10,75 juta
Mio Sporty CW 2006 : Rp 9,5 juta
Mio Soul 2007 : Rp 10 juta
Honda Vario CW 2007 : Rp 12,5 juta
Suzuki Spin 125 CW 2007 : Rp 9 juta

LEWAT MILIS DAN KLUB

Bagaimana kabar skubek bekas Kymco? Peredarannya memang tidak atau bahkan belum terlihat di bursa motor bekas. “Perdagangannya lewat milis dan di klub,” kata Sutarno, dari dealer Kymco Lautan Motor di Tangerang.

Pria yang juga mekanik kondang di komunitas skubek Taiwan ini menjelaskan bahwa palingan tipe yang banyak peminatnya adalah Trend SR. “Karena Trend SR itu seperti tingkatan lanjutan bagi mereka yang pernah naik Kymco Easy atau LX,” tambahnya.

Karena harga barunya masih tinggi, Rp 15,9 juta, maka nggak heran banyak penggemar yang memburu bekasnya saja. “Untuk Trend SR yang berumur satu tahun, harga bisa Rp 12 juta. Lumayan turun hampir 4 juta,” celotehnya.

AWAS SKUBEK MODIF!

Perlu diperhatikan kondisi bagi yang ingin melego skubek ke pedege. Terutama buat yang sudah melakukan modifikasi. Pasalnya dealer motkas akan menawar lebih murah skubek modif dibanding standar. Artinya, modifikasi atau bolt on yang ente lakukan malah menjadi nilai minus.

“Pasalnya kita menjual kembali kan harus dalam kondisi standar. Kalau ada modif seperti krom-kroman maka kita harus ganti part itu dengan asli lagi sebelum dijual,” cerita Suryo dari Bintang Motor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar