Tampilkan postingan dengan label Modif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2009

Yamaha Mio "Rp40 juta" Juara Kontes Modif di Bali


KUTA, MINGGU - Yamaha Mio milik I Made Ambara berhasil menggondol predikat Best of the Best dalam ajang modifikasi motor matik, Cuzztomatic 2 yang digelar di pelataran parkir Sentral Kuta, Bali, Minggu (30/3). Mio berwarna bunglon yang full sound system ini sebelumnya berhasil menggondol juara untuk kategori audio modification.

Nah, setelah terpilih enam juara untuk enam kategori modifikasi matik, motor besutan rumah modifikasi moto-one(M-1) Denpasar ini dinilai sebagai yang terbaik. Dengan kemenangan tersebut, Ambara yang Mio-nya berhak mewakili region I (Bali, Nusa Tenggara dan Indonesia Timur) untuk bertarung dalam Cuzztomatic 2 tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta pada pertengahan tahun, di Arena Pekan Raya Jakarta.

Ajang ini akan memperebutkan hadiah utama yakni melancong ke negeri gajah putih, untuk bertukar ilmu dengan para modifikator handal di Thailand. Sementara dalam kontes di Bali, Ambara telah mengantongi sejumlah hadiah yakni, uang Rp1,2 juta sebagai juara kategori audio. Lalu, satu unit Yamaha Mio Soul, serta 1 set Yamaha fashion rancangan Oscar Lawalatta senilai Rp 1,7 juta sebagai hadiah untuk predikat Best of the Best.

Lantas apa kelebihan Mio Ambara dibandingkan dengan juara lainnya? Satu hal yang paling mengejutkan adalah, "diskotik berjalan" ini telah menghabiskan dana modifikasi lebih dari Rp 30 juta, belum termasuk harga motornya. Suatu angka yang terbilang fantastis mengingat harga Yamaha Mio ada di kisaran Rp 12-13 juta per unit.

Menurut Ambara, dana sebesar Rp 30 juta itu dihabiskan untuk memasang semua kelengkapan audio serta finishing krom bunglon. "Untuk headunit saya pakat JVC, dengan subwoofer 12 inchi merek JL, layar 7 inchi merek sentru, dua buah speaker JBL, dua power merek teklin 2 channel dan accoustic 4 channel," kata Ambara.

Selain itu, pada bagian buritan dari motor yang dibangun selama tiga bulan ini juga dipasangi sebuah kamera, yang terhubung dengan layar monitor. "Jadi kalau kita sedang jalan, kita bisa melihat kondisi di belakang dengan jelas," terang Ambara lagi.

"Lalu yang unik juga, saya pakai antena minimoto. Seperti yang di mobil-mobil. Jadi kalau radio dihidupkan, antene itu akan naik secara otomatis," ujar pemilik bengkel modifikasi yang bermarkas di Jalan Gunung Mulyawan Timur, Denpasar itu.

Dalam puncak acara di Bali ini, Yamaha juga menggelar acara nonton bareng motoGP Spanyol yang dijuarai oleh pembalap Honda Repsol Danny Pedrosa, dan andalan Yamaha Valentino Rossi berhasil finish di tempat kedua. Setelah ini, ajang modifikasi motor Yamaha akan dilaksanakan di Yogyakarta, pada 12-13 April, untuk mendapatkan motor matik modif terbaik di wilayah Yogya dan Jawa Tengah.

Monosok, Rebah, Hingga Tersembunyi




Berbagai aliran modifikasi skutik lahir seiring makin maraknya pasar skutik tanah air. Dari beberapa modifikasi skutik, tampak jika sokbreker belakang menjadi salah satu sektor ubahan utama.

Pemakaian sok tunggal asimetris dirasa kurang gagah. Demikian pula penggunaan dobel sok untuk skutik bebek, macam Yamaha Nouvu dan Suzuki Skywave.

Dari situlahtrend ubahan peredam kejut makin menjadi-jadi. "Saya kerap mengerjakan monosok tengah untuk skutik," ucap Budi Rahmanto, punggawa Big Modification, Jakarta Timur.

Alhasil, "Sok tak lagi kelihatan satu sisi, yang diyakini beberapa orang terasa nyeleneh," terang Budi Big, sapaan akrabnya.

Pemasangan monosok tengah dengan posisi berada diatas centerbone berfungsi pula untuk mengisi kekosongan area floordeck.

Inovasi semakin gencar untuk menjahili peredam kejut belakang. "Karena monosok tengah sudah sering muncul, saya buatkan monosok rebah dibawah centerbone buat Suzuki Skywave milik Bery Haryadi," bilang Danny Wibowo, punggawa Bintang 88 Motor, Garut.

Demikian pula langkah Dian Prawito dan Tri Suhardi dalam merombak suspensi Yamaha Nouvo Z. "Terpasang Tiga Sok, yaitu 2 di tengah dan 1 dibelakang kiri untuk penguat (Gambar1)," kata Tri, yang buka stand Dewi Motor di bilangan Pasa Nitikan, Solo.

Unik lagi cara Santika Yasa, punggawa Enggo Motor, Denpasar. "Saya pasang sokbreker diantara sasis depan mesin," ujarnya. Alhasil begitu floor deck terpasang rapi, "Sok gak tampak. Skutik terlihat tanpa sokbreker."

Meski begitu, perlu diperhatikan fungsional peredaman bila skutik dipakai buat harian. Sebagai contoh kalau memakai sistem sokbreker Yamaha Nouvo Z. "Posisi sok penguat di belakang seharusnya gak boleh terlalu rebah. Kalau rebah banget peredaman terlalu lembut," sahut Tri.

Selain itu, " Jangan terlalu lurus, harus ada sudutnya!" ucap Danny. Jika masih lembut, "Pilih sokbreker berkarakter kaku dan bersetelan. Jadi bisa diatur."

Gak boleh asal miring dan rebah dong. ... (OTOPLUS)

gambar2
gambar3
gambar4

Selasa, 03 Maret 2009

Yamaha Mio Soul Low Rider 2008 Jakarta


JAKARTA- SELASA - Johny Lipurnomo from Custom World (CW) populer dengan permainan tangannya lewat alat cat. Karyanya bertebaran 1999 – 2002. Tema inovatif selalu dihasilkan pria bertubuh bongsor ini.

Kepincut juga main modifikasi bodi. Pelan tapi pasti, karya besarnya nongol di Yamaha Cuzztomatic 2 2008 Region IV, Bandung, Mei lalu. "Penasaran juga ikut kelas x-treme. Ini kelas bergengsi," ungkap Johny yang bermarkas di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Berbeda jauh sama konsep sebelumnya yang dominan bolt-on. Tentunya, ini lumayan bikin surprise penikmat modifikasi Tanah Air. Boleh dibilang konsep terdepan buat Mio Soul.

Kenapa dibilang konsep terdepan? Jelas, karena Johny lebih konsentrasi ke tunggangan futuristik. Garis desain bodywork tajam dan tegas. Tapi, ciri Mio Soul enggak boleh hilang.

Makanya, lampu utama tetap dipertahankan. "Intinya sih bikin low rider masa depan. Sayang, ada bagian yang belum selesai," ungkap penggemar sate Blora, Jawa Tengah ini.

Memang, konsep terdepan sudah digarap builder berkacamata ini dengan rapi. Tingkat akurasi detail hampir sempurna. Baut dan mur dibikin enggak belang. Pokoke rapi jali. Tapi, penyelesaian yang belum total mengganggu konsep desain secara keseluruhan.

Bandingkan sama motor konsep yang dipajang beberapa pameran di Indonesia atau di luar negeri. Setang tetap tertutup panel instrumen kalau konsepnya memang mengarah kemungkinan akan diproduksi massal. "Nah, itu makanya saya pakai visor. Ini yang nggak selesai," timpal Johny yang bikin sketsa dan urusan bodi ke Agus Djanuar, builder Purwokerto, Jawa Tengah.

Meski begitu, motor konsep enggak selesai. Rancangan sebaiknya sudah dipikirin kemungkinannya untuk dipakai di jalan raya. Seperti Yamaha MT-OS, konsep sport muscle bike yang diperkenalkan saat berlangsung Tokyo Motor Show 2006.

Artinya, modifikasi yang mengarah ke motor konsep pastinya juga didesain dengan tetap memikirkan bagaimana kalau nanti dipakai harian. Kemungkinan mengestimasi antara tenaga motor yang dihasilkan sama bodi yang sudah diubah. Termasuk, komponen baru tambahan. Konsep terdepan mungkin seperti ini!

Duo Yamaha Mio West Custom


Soal modifikasi sepedamotor, Jawa Timur jangan dilawan deh. Pemodifikatornya berani merombak ekstrem. Tengok Yamaha Mio produksi 2002 dan 2007 milik M.Irfan dan Andi Widiatmoko, yang keduanya asal Jember, Jawa Timur ini. Kedua skuter bebek (skubek) itu sama-sama menganut aliran West Custom, sehingga ada bagian tertentu memiliki kesamaan.

Seperti pada bagian depan, kata Irfan, kedua skubek menggunakan lampu Yamaha Nouvo-Z. “Tadinya sempat terpikirkan pakai lampu Mio Soul. Tapi, karena harus inden lama, akhirnya pakai Nouvo,” lanjut lajang 23 tahun ini. Kemudian, untuk roda depan sama-sama mengadopsi pelek orbital, yang banyak digandrungi penggila modifikasi di Jatim. Yang membedakan, ukurannya saja. Bila Irfan pilih 14 inci, Andi yang 17 inci.

Kini, kita intip perbedaannya. Kekuatan yang ingin ditonjolkan Irfan berupa pemindahan peredam kejut belakang bergeser ke tengah di atas dek. Sokbrekernya sendiri sudah diganti dengan milik Supra yang disambung dengan pipa besi. Posisi sokbreker baru ini benar-benar menjadi daya pikat dan banyak orang yang nggak ngeh kalau itu sok belakang. “Malah banyak yang bertanya berfungsi apa tidak sok itu,”kekeh Irfan.

Sementara Mio milik Andi memiliki keunikan pada roda belakang. Ia memilih pelek mobil ukuran 15 inci keluaran BBS. Jelas, ketika merayap di jalanan sangat menguras tenaga.

Kreasi fenomenal lainnya dari motor Andi ada pada sistem penggerak roda belakang. Tidak hanya mengandalkan CVT, namun sudah ditambah dengan memakai rantai. “Itu karena konstruksi pelek dan jaraknya yang enggak mungkin pakai belt,” papar Andi. Jadi, pakai gir dengan perbandingan gigi yang sama 14:14.

Cara kerjanya, tenaga dari CVT menggerakkan gir depan yang kemudian diteruskan oleh rantai sebagai penggerak gir belakang dan as roda. Agar tampilan belakang sedikit sangat, penghenti laju memakai disc brake, juga lengan ayundengan model flame.

Selain pemakaian ban belakang, rancangan buritan juga beda. Meski sama-sama model tunggangan MotoGP, namun buntut Mio punya Irfan lebih memanjang, sedang Andi membulat ke atas. Yang pasti, kedua Mio dari Jember ini mengundang kagum.

Yamaha Mio dan Honda Vario Punya Kesamaan



COBA Anda cermati betul, apa yang sama dari Yamaha Mio CW 2005 dari Blitar (Jawa Timur) dan Honda Vario 2006 asal kota Hujan Bogor ini? Perhatikan desain sokbreker belakangnya. Kedua skuter bebek (skubek) ini menggunakan peredam kejut ganda pada satu sisi dan sama-sama terletak di sebelah kiri.

Dari sisi modifikasi, Yamaha Mio milik Piluk Kharisma ini menyontek Yamaha Maxam. Sekalipun meniru, tapi garapan pemodifikator Eko Prasetyo dari Fog Custom malah lebih rapi. Bagian depan nyaris sempurna dan memancarkan skubek gambot. Malah, hidung Mio tampak lebih sip dan tekukan depannya lebih aerodinamis, mirip pesawat supersonic Concorde.

Sayangnya, penggarapan Piluk tidak total karena bagian belakang tidak tersentuh maksimal hingga mencerminkan skubek imut. Piluk beralasan, waktu pengerjaannya hanya dua bulan.

Lebih edan lagi Honda Vario bikinan Berry Natadisastra ini. Boleh percaya boleh tidak, menurut sang pemodifikator, motor itu dikerjakannya dalam sehari lantaran mengejar agar bisa ikut kontes. Aliran yang dipilih bersama Aip adalah custom Hot Rod dengan memanjangkan bodywork lewat engine mounting dari 8 cm menjadi 12 cm.

Nuansa Hot Rod dipertebal dengan tampilan setang telanjang model Robocop. Tentunya kaki-kaki jadi menu wajib sesuai aliran Hot Rod. Untuk satu ini, BSR memadukan dua roda gambot 120-70/14 untuk depan dan belakangnya 140-70/14.

Yamaha Mio Berbaju Batik


Ajang kontes modifikasi motor, bagi Tommy sudah merupakan makanan sehari-hari. Tak heran, bos Mitra Motor Sport (MMS) Cimahi, Jawa Barat ini lumayan kondang lantaran sudah aktif berkompetisi sejak 2003. Dan ia acap menampilkan karya yang unik dan bukan follower.

Termasuk pada Yamaha Mio 2007 dalam pemilihan model airbrush. "Sesuatu yang baru kali ini dan kita coba mengambil tema cinta Indonesia," ungkap Tommy yang identik dengnan tema permainan seperti ini. Motif batik yang dihadirkannya pada kontes Yamaha di Bandung beberapa waktu lalu, tergolong unik.

Saking uniknya, ketika ditanya motif batik itu dari daerah mana, dia malah gelagapan. "Nggak sempat cari ide dari batik Solo apa Yogya. yang penting, kesan batik aja," kekehnya. Namun secara keseluruhan , pemilihan warna garis-garis itu sangat pas sama kelir dasar bodi yang putih.

Termasuk jok ikut dimodif menjadi single seater agar memiliki bidang yang bisa diberikan motif yang sama. Jadi, tampilan Mio benar-benar berkonsep total batik.

Selain sadel yang digarap, juga bodi. Langkahnya dimulai dengan mengganti seluruh cover standar dengan Mio Soul. "Bodi Soul tadi diperbesar dengan fiber," ungkap Tommy. Caranya, menyambung bodi standar yang plastik dengnan fiber. "Jadi terlihat lebih paten karena nggak ada sambungan. Selain itu juga terkesan clean," lanjutnya.

Seperti cover depan, ukurannya memang sudah menjadi lebih besar tapi terlihat masih proposional.Untuk pelek, Tommy menerapkan model custom dari mobil. Alasannya, ingin mendapat lebar telapak maksimal, jadi yang depan lebar 4 inci dan belakang 5 inci yang dikombinasi dengan pelek standarnya. "Sengaja pakai palang asli Mio supaya enggak meninggalkan ciri aslinya," tegas Tommy. (Nurfil)


DATA MODIFIKASI
Ban depan : FDR 120/70-14
Ban belakang : FDR 140/80-14
Pelek depan : Custom 4x14 inci
Pelek belakang : Custom 5x14 inci
Sok depan : G@zi
Sok belakang : TF
Headlamp : Mio Soul
Setang : Fatbar
Knalpot : Custom

Modifikasi Yamaha Mio dari Puerto Rico


Memundurkan roda belakang, melebarkan bodi dan pakai ban superlebar, itulah modifikasi yang banyak dilakukan pada Yamaha Mio. Tapi coba lihat karya berani dari Siswo Winoto. Builder asal Puerto Rico, maaf maksudnya Purwokerto, Jawa Tengah ini. Ia menyikat habis bodi dan hampir seluruh sasis dari produk berlambang garputala ini, sehingga bentuk standarnya sudah sirna.

Korbannya, Yamaha Mio 2008 milik Reza Ganang Hermawan. Semula ia ingin menunggang skubek dengan tampilan tidak standar alias sudah dimodifikasi. Coba mengutarakan niatnya dengan Wiwin – biasa Winoto disapa – malah ditawari konsep streetfighter.

Harus diakui, kreasi Wiwin dari Win’s Paddock bisa dibilang gebrakan penutup 2008 dunia modifikasi roda dua, khususnya skubek di Indonesia. Garapannya itu boleh dibilang hampir tidak menyisakan sisis maupun bodi standar yang diganti dengan tulang belulangnya sebagai ciri khas dari streetfighter.

“Cuma pakai tulang mulai komstrir depan sampai ujung dek bawah. Lainnya custom sendiri,” jelas Wiwin sambil menunjukkan pipa ¾ inci dipakai untuk sasis tulang bawah sampai ke belakang.

Dengan perubahan total, mau tak mau Wiwin harus menghitung ulang center of gravity, sudut yang sesuai konsep dan estetika secara visual. Agar, selain indah dipandang juga harus punya kekuatan. Lucu kan, lagi asyik dikendarai tiba-tiba ambruk.

Untuk meraih itu, Wiwin membuat banyak sudut dan pemakaian pipa sebagai penguat. “Kuncinya, setiap sudut harus punya korelasi sama dengan sudut lainnya. Sampai satu sisi melenceng, semua pasti rusak,” analisis Wiwin.

Sisi yang dimaksud adalah awal pengelasan pada tulang bawah sampai ke belakang. Untuk mendapat center of gravity, tangki dipindahkan ke bawah jok dan waheelbase dimelarkan sekitar 30 cm.

Tak Cuma itu, jika dilihat dari depan, sulit ditebak kalau motor ini Yamaha Mio. Sebab, cover depan standar sudah diganti dengan Jupiter MX 135LC. Kemudian, knalpot standar dibikin sangar dengan memakai bikinan Italia yang dulu pernah populer di era mesin 2-Tak. Terakhir, lampu depan dan belakang menggunakan LED. “Selain lebih terang, agar tampak futurisktik,” tutup Wiwin.

Yamaha MIO 2007 Modified



Kabar gembira untuk anda penyemplak yamaha MIO karena di thailand sudah di launching MIO generasi terbaru MIO MX 2007, perbedaan hanya pada body dan cover CVT mesin tetap mengusung tipe yang sama dengan generasi sebelumnya. Cepetan bagi mionya yang belum di modif cepet2 deh di modif sebelum ketinggalan zaman. Yamaha sendiri telah melakukan modifikasi secara pabrikan untuk menghalau laju dari serangan honda vario sang competitor yang lebih canggih. Di Indonesia sendiri belum ada kejelasan kapan MIO 2007 ini bakal di launching. Tapi dapat di pastikan mio 2007 ini bakal beredar di tanah air.
Bagi yang ingin mio anda tampil bak pengantin baru yang telah di pingit silahkan contact punggawa OMC 021-70755444 dengan bro Ali untuk modifikasi mio anda.

Modifikasi Yamaha Mio Gaya Sporty

Beberapa waktu lalu, saya mendapat sebuah file yang cukup besar yang isinya koleksi foto-foto Yamaha Mio. Nah,.. saya akan coba untuk ditampilkan especially yang menarik saja. Banyak banget soalnya, jadi males nguploadnya. Kali ini, ada modifikasi mio gaya sporty. Saya minta pendapat teman-teman semua ya ..

Nah,.. funky kan ???

Mau lagi yang lainnya ga??? Kalo mau nanti gw kasih lagi dech …

YAMAHA MIO SPORTY MODIFICATIONS











Yamaha mio output 2005 this dimodif with the style sporty was finished

Yamaha Mio Sporty, Mio Soul, Modifikasi

Sekuter matik yang sedang naik daun saat ini adalah yamaha mio, dengan varian mio yaitu mio sporty dan mio soul. Sepintas kedua varian ini bagai pinang dibelah kapak hehehe.

sebelas-duabelas yamaha mo, mio sporty dan mio soul

Yamaha MioYamaha Mio SportyYamaha Mio Sporty, Mio Soul, Modifikasi

Spesifikasi Mesin dari yamaha mio sampai yamaha mio soul tidak ada yang berubah alias sama plek. Berikut ulasannya.

Engine
Tipe Mesin : 4 langkah, SOHC 2-Klep pendingin udara, AIS (Air Induction System) EURO 2 Ready
Diameter x Langkah : 50.0mm x 57.9 mm
Kapasitas Silinder : 113.7 CC
RatioKompresi : 8.8 : 1
Tipe Kopling : Kering, Sentrifugal Otomatis
Isi silinder : Tunggal
Karburator : Keihin NCV24×1
Sistem pengapian : DC-CDI
Sistem pelumasan : Wet Sump
Kapasitas Oli Mesin : 0.9 Liter
Transmisi : V-Belt Otomatis
Rasio Gigi : 2.399 - 0.829
Caster / Trail : 26.5 derajat/ 100 mm
Tipe Rem Depan : Hydraulic Disc brake dengan Single Piston
Tipe Rem Belakang : Teromol

Chassis
Berat Kosong : 87 Kg
Tipe Rangka : Steel Tube
Kapasitas Bahan Bakar : 3,7 Liter Bensin Leaded / unleaded
Jarak Sumbu Roda : 1,240 mm
Jarak terendah ke Tanah : 130 mm
Tinggi Tempat Duduk : 745 mm

Suspensi / Ban
Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Teleskopik
Ukuran Ban Depan :70/90-14MC 34P
Ukuran Ban Belakang : 80/90-14MC 34P

Performa
Dimensi (P x L x T) : 1,820 x 675 x 1,050 mm
Sistem Starter : Kick & Electric
Daya Maksimum : 6.54 Km (8.9 ps) / 8,000 rpm
Torsi Maksimum : 7.84 Nm (0.88 kgf.m) / 7,000 rpm

Modifikasi Yamaha Mio agar Jadi Yamaha “Moiy”.. :)

Bentuknya yang kecil dan lumayan seksi membuat mio menjadi incaran tangan-tangan jail modifikator. Biar kelihatan moy.. yamaha mio hanya perlu sedikit sentuhan saja, misalnya dengan mengganti ban bergaya racing dan ukuran yang sedikit lebih gemuk, seperti yamaha mio dibawah ini

Yamaha Mio Concept

Yamaha Mio, Underbound Thailand Style

Let’s see one more Yamaha Mio modification concept introduced by Julianto on plasaotomotif.com. This could be an alternatif for modifiying your Mio. It’s style looks like Thailand underbound style.

gambar modifikasi yamaha mio

Wheel

To alter Mio’s cute legs, he change it’s wheel using 2.15-14 stainless wheel which tandemed with Yoko 70/80-14 tyre. It change his Mio’s look more macho as you can see on the pic.

foto modifikasi yamaha mio buntut yamaha mio



Shock Breaker

Julianto change his Mio’s rare shcok breaker with monoshock one. While for the front one, he use up side down style. Further more, he change the disc brake with a larger one.

Front Lamp

To make the front looks agree with the leg, he change the front lamp using Nouvo Z’s lamp.

modifikasi lampu depan yamaha mio, front lamp

Paint

Color: Orange Pastel, Spies Hecker. Julianto ask Bil’s Hot Paint, one of Malang Brusher, to do this.

stripping mio cantik

CDI

Inside the engine, he use Thailand Shindengan CDI Racing.

CVT Cover

modifikasi cvt cover yamaha mio


Mio Sportbike

Mio SportbikeYamaha Mio berubah kelamin, udah begitu tampilan sporty yang paling natural. Itu yang susah dan menjadi nilai lebih buat Antonius Chandra yang memodifikasi skubek berlambang garputala ini. Bayangkan, kerangka sudah dipotong oleh bos Ton’s Chrome itu, namun dimensinya masih mengikuti aslinya.

Diakui oleh Antonius, rangka belakang yang dipotongnya mulai dari pegangan mesin. Sebagai gantinya, dibuat dari pipa bulat sepanjang 60 cm. Perubahan ini, tak lain untuk mendapatkan efek nungging yang menjadi ciri khas motor sport.


Selain buritan nungging, kerangka deltabox yang menjadi ciri khas motor sport tidak diabaikan Antonius. Meski di sini bikinannya bukan sebagai sasis, “Sekadar variasi untuk menahan tangki sekalian sebagai bracket footstep,” tegas Antonius.
Mio Sportbike

Untup penutup bodi (fairing) dibikin sederhana tanpa banyak lekukan aneh. Ini disengaja karena mengacu pada motor balap, tapi tetap mengutamakan hambatan angin.
Mio Sportbike

Pada bagian depan agar sesuai tema, Antonius tidak mau ceroboh. Terutama dalam pemakaian lampu, salah pilih bisa berantakan. Akhirnya, “Gue enggak mau gambling, makanya comot aja punya Honda CBR R150, kan sudah pasti sporty,” bilang Anton.

Di bagian buntut, model balap yang udah kental diperkuat lagi dengan bentuk knalpot. Model undertail sepasang, katanya pria yang terobsesi mengcustom Harley-Davidson, ini sengaja dilapis krom agar tampak clean.

Harmonisasi bagian belakang kian kuat dengan adanya pemakaian lampu rem Suzuki Shogun. Walau kecil, lanjut Anton, fungsional dan bikin asyik tampilan.